Jadi mahasiswa Muslim Indonesia di Belanda, Sulitkah?

Oleh: Syahril Siddik, PhD Candidate of Islamic Studies, Leiden University

31 Oktober, 2018 (repost from his personal blog)

Image result for mosque in leiden
Al Hijra Mosque, Leiden. (source Google)

Bagi mereka yang tidak begitu mengenal Negeri Kincir Angin, baik lewat kunjungan, berita di media, atau bacaan di buku, mendengar saya akan pergi kuliah ke Belanda banyak yang tanya bagaimana nanti makanannya (halal atau tidak), ibadahnya (boleh shalat atau tidak, ada tempat shalat atau tidak), dan lainnya berkaitan dengan ritual keagamaan sehari-hari. Berikut beberapa kemudahan menjadi mahasiswa Muslim Indonesia di Belanda, khususnya di Leiden, tempat saya menimba ilmu pengetahuan:

1. Banyak makanan dan minuman halal di jual di Belanda, baik di toko-toko milik Muslim keturunan Turki, Maroko, Indonesia dan lainnya, maupun di toko-toko serba ada Belanda.

2. Ada lebih dari 300 masjid yang tersebar di kota-kota di Belanda. Di kota Leiden sendiri asa 5 masjid (foto di bawah adalah masjid Imam Malik bagian dalam). Cukup banyak untuk ukuran negara kecil seperti Belanda.

3. Beberapa kampus menyediakan ruangan buat Mushola atau ruangan untuk ibadah bersama pengikut faham lain dalam Islam maupun pemeluk agama lain. Di gedung kantor tempat saya bekerja ada ruang meditasi dimana kita bisa beribadah/shalat disana.

4. Dalam acara-acara jamuan kampus selalu menyediakan pilihan makanan dan minuman halal untuk Muslim. Ini adalah bagian dari tenggang rasa mereka karena mereka tahu dan mau bertanya apa saja makanan dan minuman yang tidak kita sukai.

5. Banyak majelis-majelis taklim atau kajian keislaman yang bisa diikuti di masjid atau komunitas Muslim tertentu. Untuk komunitas Muslim Indonesia hampir setiap kota ada kajian keislamannya. Misalnya yang pernah saya hadiri ada di Amsterdam, Utrecht, Maastricht, Leiden, Wageningen, Den Haag (foto di bawah saat khutbah di masjid Al Hikmah Den Haag), Breda, dan Rotterdam. Jadi banyak sekali ruang untuk silaturahim dan menambah ilmu (طلاب العلم).

Belanda sebagai negara monarki konstitusional yang memberikan kelonggaran-kelonggaran kepada warga dan orang yang tinggal di Belanda, juga memberikan kelonggaran pada umat beragama termasuk Islam. Masyarakat Muslim disini diberi kemudahan untuk beribadah, menikah secara Islam, dan hak-hak lainnya. Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa bentuk negara tidak jadi masalah selama negara itu mengatur hak dan kewajiban dengan benar, termasuk hak menganut kepercayaan atau agama tertentu dan menjalankannya. Allahu ‘alam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s