[Post-Event Report] Diskusi Buku “Bukan Perawan Maria”

on

Pada hari Selasa, 28 November 2017 (Pukul 18.00-20.00), PPI Leiden telah mengadakan acara Diskusi Buku “Bukan Perawan Maria” yang bertempat di Gedung Lipsius (Ruang 147), Cleveringaplaats 1, Leiden.

Pada kesempatan kali ini, Feby Indirani, penulis buku tersebut mengawali diskusi dengan membacakan 1 (Satu) buah cerita pendek yang merupakan bagian dari 19 kompilasi cerita pendek dalam buku “Bukan Perawan Maria”. Penulis membacakan cerpen berjudul “Ruang Tunggu” yang mengisahkan cerita seorang pemuda pelaku bom bunuh diri di “ruang tunggu”, setelah ia meninggal dunia. Ia begitu mendamba kehadiran puluhan bidadari surga yang sedianya dijanjikan bagi orang-orang yang (dianggap) berani menegakkan agama, termasuk apabila ia menjadi “pengantin” dalam “misi suci” yakni melakukan bom bunuh diri yang menyebabkan orang-orang lainnya juga ikut menjadi korban. Cerita dikemas dengan gaya bahasa yang menarik dan mudah dipahami, serta cukup dekat dengan kondisi bermasyarakat baik di Indonesia maupun di dunia secara umum.

Di Indonesia, buku “Bukan Perawan Maria” sendiri telah resmi di launchingkan beberapa bulan lalu dengan opening speech dari  Menteri Agama Republik Indonesia, Bapak Lukman Hakim Saifuddin.

Penulis menekankan bahwa buku ini bertujuan untuk, salah satunya, menciptakan suasana yang lebih damai dan harmonis dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat di Indonesia di tengah-tengah sensitivitas isu religi yang kerap diperbincangkan setahun terakhir ini. Dimana agama menjadi jalan untuk mencapai suatu tujuan menjadi manusia yang lebih baik dan lebih baik lagi.

Termin “relaksasi beragama” yang menjadi konsep utama yang dipilih dalam buku ini ditujukan khususnya untuk generasi muda dalam menyikapi perbedaan agama yang seringkali rentan menjadi isu yang digunakan untuk memecah belah bangsa. Penulis juga menggaris bawahi pentingnya menemukan “common ground” atau persamaan dibandingkan terlampau fokus perbedaan-perbedaan yang ada. Perbedaan itu pasti, tetapi persamaan bisa dicari. Harapannya dengan semakin terlatih untuk menghargai perbedaan, maka kehidupan bermasyarakat yang aman dan damai di Indonesia dapat terwujud.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s