Internalisasi hak asasi manusia indonesia

(Nadia DwiPA)
“It should be recognized that true respect for human rights is nothing less than a way of life.” (Final Document UNESCO Congress on Teaching Human Rights, September 1978).

Indonesa, sejak kejatuhan Orde Baru telah memasuki babak baru dalam hal penegakan keadilan dan kesejahteraan warga negaranya. Kehidupan baru yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang dimulai dengan inisiatif bangsa Indonesia untuk menjadi bagian dari penegak Hak Asasi Manusia.

Dimulai dengan pengesahan Undang-undang tentang Hak Asasi Manusia pada tahun 1999 (UU No. 36/1999), yang juga menguatkan dasar hukum Komnas HAM Undang-undang tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia pada tahun 2000 (UU No. 26/2000). Dasar amandemen kedua UUD 1945 menyiratkan tiga generasi Hak Asasi Manusia yang berdasarkan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Pada tahun 2006, Indo­nesia resmi menjadi Negara Pihak pada Kovenan Internasional mengenai Hak-hak Sipil dan Politik (yang merupakan generasi pertama) serta Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya (generasi kedua). Setelah menjadi anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Indonesia kini menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Ini juga diikuti sikap terbuka Indonesia terhadap Pengesahan Konvensi Orang Hilang, Konvensi Disabilitas dan Deklarasi Indigenous People (generasi ketiga).

Namun, seberapa jauh komitmen dan kesadaran bangsa ini akan penegakan Hak Asasi Manusia?

Di markas Dewan HAM PBB di Jenewa, Indonesia menyatakan menjamin hak-hak fundamental (non derogable rights). Namun kenyataannya belum seperti apa yang sudah dinyatakan. Ini yang kerap disebut sebagai total diplomacy, diplomasi total yang mensyaratkan perubahan dari rumah kita sendiri. Indonesia sulit untuk dikatakan sebagai negara pihak yang meratifikasi sekaligus sepenuhnya melaksanakan kewajiban-kewajibannya jika di dalam negeri jajaran instansi pemerintah yang berwajib, justru tak berubah.

Tentu, Indonesia mangalami kemajuan dalam hal pemahaman dan aktualisasi diri dalam hal kesadaran akan Hak Asasi, namun tetap saja pemecahan masalah Hak Asasi Manusia di bumi Indonesia berjalan lambat, sangat lambat bahkan kadang mengalami stagnasi.

Di lingkup generasi pertama, Munir. Hak hidup yang tercabut, merupakan kejahatan besar terhadap kemanusiaan. Keberhasilan atau gagalnya penyelesaian kasus ini dapat dijadikan refleksi bermartabat atau tidaknya hukum di Indonesia.

Lingkup generasi kedua, yaitu penggusuran –yang melahirkan tindakan kekerasan dan juga melanggar hak generasi pertama- (aksi-aksi penggusuran pasar tradisional, pengusaha informal, pemukim marjinal di perkotaan, hingga merampas tanah milik penduduk). Menurut laporan Human Right Watch baru-baru ini, terlihat jelas bahwa Indonesia tidak menunjukkan komitmen pada keberadaan UUD 1945 dan (juga) Undang-undang Tentang Perumahan dan Pemukiman (No.4/1992).

Lingkup generasi ketiga, perlindungan terhadap suku masyarakat adat. Sampai saat ini banyak suku menunggu pengakuan hak adatnya, misalnya hak tanah. Pada waktu yang bersamaan pemerintah Indonesia mengeluarkan izin eksploitasi tanah tersebut, tanpa peran serta masyarakat dan bahkan tanpa dibayar ganti rugi.

Selain pembentukkan undang-undang (berdasarkan komitmen nyata standar Hak Asasi Manusia) perlu diadakan internalisasi akan Hak Asasi Manusia, baik dalam pemerintahan maupun masyarakat luas. Di lingkup pemerintahan, hal pertama yang mutlak dilakukan adalah penjatuhan hukuman pada pelaku kejahatan yang –sampai saat ini- masih ”bersembunyi” dalam kedok kuasa.

Di lingkup masyarakat, meningkatkan kesadaran akan keberadaan Hak Asasi Manusia melalui pendidikan. Pada prinsipnya ditujukan pada pembangunan pengetahuan dan membantu sistem nilai yang berjalan sejajar dengan keterampilan personal dan keterampilan sosial.

Dengan ini, atas nama bangsa INDONESIA, Persatuan Pelajar Indonesia (Belanda) mendesak keseriusan pemerintah Indonesia untuk memenuhi hal-hal yang sudah kami sebutkan diatas.  BANGKIT dan TAK HANYA TINGGAL DIAM!!!

Penulis, Ketua Komisi HAM PPI Belanda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s