Tips Packing

(Anisa Rijadi) – Sebelum berangkat menimba ilmu di negeri kumpeni, sudah barang tentu Anda sudah siap packing dari jauh-jauh hari, mengumpulkan barang-barang yang perlu Anda bawa ke Belanda. Berikut kami persembahkan sedikit petunjuk dan saran agar Anda dapat memanfaatkan jatah 30 kg bagasi Anda dengan seefisien mungkin.

Sebenarnya yang perlu dibawa ke Belanda hanya :

Pakaian secukupnya.
Kami sarankan untuk membeli sebagian besar baju hangat, syal, topi, sarung tangan dll untuk musim dingin di Belanda saja. Banyak toko yang menjual baju hangat dengan harga miring, seperti Zeemans di Haarlemerstraat, yang menjual jaket, sweater, syal dsb seharga kurang dari 10 euro. Sama saja bukan dengan harga di Indonesia?

Catatan pinggir untuk beberapa pakaian khusus :
Long john? Hanya bagi mereka yang sangat tidak tahan udara dingin, dan hanya akan dipakai sesekali. 1 atau 2 sudah lebih dari cukup, dan juga tersedia di Belanda jika perlu (di pasar maupun di department store seperti HEMA, H&M dan V&D).

Baju Nasional? Bawalah setidaknya 1 stel untuk dikenakan pada saat perayaan 17 Agustus, Indonesia / Asia Cultural Festival di kampus, Lebaran di KBRI atau juga sidang thesis kalau mau gaya, hehehehe.

Sepatu secukupnya.
Bagi para teman perempuan, saya tau pasti Anda tergoda untuk membawa banyak pasang sepatu. Tapi percayalah, yang Anda butuhkan hanya :

  • 1 pasang sepatu olahraga (keds) untuk sehari-hari, lebih baik yang solnya tidak berwarna hitam (agar bisa dipakai di gym kampus)
  • 1 pasang sepatu hari-hari yang juga bisa dipakai ke acara semi formal (lebih baik pilih warna hitam agar netral).
  • 1 pasang sandal jepit untuk di rumah.

Sisanya dapat anda beli disini dengan harga relatif murah. Terutama menjelang musim sale Desember, toko sepatu akan berlomba lomba memberi diskon. Sepatu boots andalan saya dibeli di Van Haren seharga 7 euro saja sewaktu musim sale, dan tahan banting sampai sekarang.

Obat-obatan Pribadi
Perlu diketahui bahwa Huisarts (dokter) di Belanda sangat anti terhadap obat. Kecuali Anda pingsan dihadapannya bermandikan darah, kemungkinan besar obat yang akan Anda dapatkan sebatas Paracetamol untuk gejala flu / demam biasa. Jadi ada gunanya membawa stok obat pribadi seperti anti alergi, obat maag, antangin, obat diare, multivitamin dan obat flu andalan secukupnya.

Make Up & Hairdryer
Bagi teman-teman perempuan, perlu dicatat bahwa dalam Uni Eropa ada larangan membawa benda-benda cair (ya, itu termasuk parfum, lip gloss dan body lotion Anda) dalam carry on luggage di pesawat, kecuali ditenteng dalam kantong plastik tembus pandang khusus yang diberikan di bandara. Kami sarankan untuk memasukkan sebagian besar make-up di bagasi check-in agar tak repot nantinya.

Saya pribadi juga menyarankan membawa make-up basic seperti bedak muka, foundation dan concealer dari Indonesia. Selain harganya mahal di Eropa, Anda belum tentu dapat menemukan merek yang cocok dengan jenis kulit Anda. Terutama bagi mereka yang punya kulit hipersensitif dan memakai make-up / obat jerawat resep dokter, bawalah stok lebih.

Alat2 Tulis
Entah kenapa, alat tulis di Belanda selain mahal, variasi dan kualitasnya tak sebagus yang biasa kita dapatkan d Indonesia. (Padahal sama2 impor dari Cina toh? Misteri…) Ada sih macam2 pulpen disini, tapi saya pribadi tak bisa pindah ke lain hati dari Faster, hehe. Membawa stok alat tulis memadai (pulpen, pinsil, penghapus, stabilo, selotip, pembolong kertas mini dsb) sangat membantu, dan pilihan cerdas untuk berhemat. Satu lagi yang sangat membantu bagi saya : Stick-it-notes yang biasa dan yang kecil warna-warni untuk pembatas buku pelajaran.

Alat – alat elektronik.
Sambungan Internet disini yang cepat dan murah adalah luxary yang sulit kita dapatkan di Indonesia. Download, chatting, streaming video / radio dan blogging akan merasuki keseharianmu di Belanda, kecuali bagi mereka yang benar-benar kuat iman. Untuk itu bagi teman2 yang punya rezeki, sangat disarankan membawa laptop, kamera digital serta handphone dari Indonesia, dengan catatan sebagai berikut :

Variasi dan harga laptop jelas lebih baik di Indonesia, dan lebih murah, karena dalam hitungan dolar. Namun bila tak mampu membawa laptop dari Indonesia, tak perlu patah arang; disini banyak tawaran (baik dari kampus maupun dari toko) untuk membeli laptop dengan mencicil. Printer juga tak perlu bawa dari Indonesia, disini dapat dibeli dengan harga murah, atau bisa menggunakan fasilitas kampus. Di Belanda juga dikenal tinta suntikan / murah jadi tak perlu borong dari Indonesia.

Bagi para net-fanatics yan sudah berniat mendownload banyak jurnal atau …ehm… materi lain dari Internet, kami sarankan untuk membeli external hard drive di Belanda saja. Selain harganya lebih murah, kapasitas memorinya juga lebih besar.

Walaupun perkembangan kamera digital di Indonesia lebih cepat ketimbang di Eropa, di Belanda juga banyak toko (seperti Media Markt atau Dixons) yang menawarkan kamera digital dengan harga aanbeiding (harga khusus). Bagi para fotografer professional, disinilah ajang untuk mencari kamera SLR digital dengan harga murah. Jadi tak bermodalkan kamera digtal dari Indonesia, masih bisa dibeli di Belanda.

Cukup membawa henpon “biasa” untuk mengabari ibunda kalau anaknya sudah sampai dengan selamat (dengan memakai international calling card seperti Lebara), yang kemudian dapat digunakan sebagai henpon cadangan. Tak perlu bawa henpon canggih terkini dari Indonesia, karena di Belanda ada sistim langganan pra bayar yang memberi Anda henpon gratis! Caranya: Carilah provider telepon seluler pilihan Anda, dapat dilakukan dalam satu sore menyusuri Haarlemerstraat dan bertanya-tanya keuntungan masing2 paket penawaran. Provider yang cukup terkenal di kalangan mahasiswa adalah : Telfort, Orange, T-Mobile dan Vodafone. Yang biasanya memberi penawaran termurah memang Telfort, tetapi yang paling ramah terhadap mahasiswa Internasional menurut pengalaman kami T-Mobile dan Orange, karena memberi kemudahan dalam administrasi pendaftaran.

Pecinta musik? Gadget freak? Punya rezeki lebih? Belilah ipod dari Indonesia. Selisih harga ipod video antara Indo – Belanda bisa mencapai 50 euro. Mau dipakai sendiri boleh (sangat berguna untuk menemani perjalanan bersepeda atau di kereta, dimana semua orang sibuk bengong dan menikmati mp3 player masing2), atau bisa juga dijual ke salah satu teman di Belanda. Satu lagi kegunaan ipod yang cukup kreatif : Materi kuliah yang sudah direkam secara digital dapat didengarkan kembali sambil belanja buah di pasar, berkat ipodmu. (Itu kalau rajin…)

Software
Khusus untuk software starter Windows, kami sangat menyarankan Anda membekali diri dengan yang asli dari Indonesia. Selain disini harganya lebih mahal, software asli akan mempermudah Anda dalam melakukan update software online, tanpa takut ketahuan pakai bajakan.

Untuk software2 lain yang dirasa perlu, tentu kami tak mungkin menyarankan membawa software bajakan dari Indonesia, tapi Anda pasti bisa menilai sendiri mana yang lebih baik bagi kebutuhan serta kantong mahasiswa Anda, hehe. Simpanlah software dalam tempat CD yang menghemat ruang, dan simpanlah dalam bagasi cek in untuk berjaga-jaga pemeriksaan random bagasi carry on.

Stok makanan darurat secukupnya, hanya untuk beberapa hari pertama.
Yang kami maksudkan adalah beberapa bungkus indomie dan mungkin sebungkus kecil abon. Hanya untuk berjaga-jaga kalau Anda sampai di Belanda hari Minggu di saat mayoritas toko dan supermarket tutup. Tak perlu berlebihan membawa indomie dan makanan (apalagi beras!) seperti mau pindah ke kutub utara; banyak sekali toko asia di Belanda yang menjual segala jenis bumbu, mie, pelengkap (bawang goreng, sambal, dsb.) dengan harga wajar. Indomie, kecap dan sambal bahkan bisa dibeli di pasar terbuka setiap hari Rabu dan Sabtu. Beberapa tips seputar makanan :

Harga rice cooker di Belanda tak jauh beda dengan di Indonesia. Di Belanda bahkan ada pilihan membeli rice cooker microwave yang praktis, atau menunggu hibah rice cooker dari anak2 master tahun lalu yang pulang ke Indonesia. Selain itu, nasi juga bisa dimasak pakai panci biasa, walau sedikit lebih repot. Intinya, kami tidak terlalu menyarankan anda repot2 membawa rice cooker ke Belanda, kecuali perut Anda memang Melayu-hardcore yang langsung maag kalau tak kena nasi. . Tips satu lagi : Belajarlah menyukai roti! Murah, praktis, sehat.

Bila Anda bersikeras ingin membawa dendeng balado dan sambal bajak dari Indonesia, kembali kami ingatkan tentang ketentuan membawa cairan dalam carry on luggage di pesawat. Lebih baik simpan di bagasi cek in atau jangan bawa sama sekali.

Siapkanlah setidaknya satu resep masakan andalan dari Indonesia yang sudah Anda kuasai, lebih bagus lagi kalau “tidak pasaran” (mbok ya, jangan seputar nasi goreng dan cap cay. Itu mah bule2 sini juga bisa!) Selain bisa membuat teman2 Anda terkagum-kagum atas kepiawaianmu dalam memasak , kegiatan tukar menukar resep sangat populer di kalangan mahasiswa, dan pasti membantumu mendapat banyak teman baru. (Hei, kiat ini juga dialamatkan kepada para pria! Jangan pikir disini akan ada serombongan mahasiswi yang memasak untukmu setiap hari. Independen itu bebas gender, Bung!)

Bagi para perokok, terutama rokok kretek, sangat disarankan bawa stok dari Indonesia. Selain disini harganya mahal, sangat sulit untuk mencari merek favorit Anda. Perlu diingat bahwa batas maksimum internasional membawa rokok adalah 200 batang per orang atau sekitar 1 slof . Simpanlah di bagasi cek in. Kalau mau mengambil resiko bawa lebih dari 1 slof, bisa saja. Kalau Anda sampai dengan pesawat MAS pagi, biasanya tidak akan perah diperiksa. Namun kalau sampai ketahuan dalam pemeriksaan random, rokok akan disita dan Anda diahruskan membayar denda.

Cinderamata murah meriah dan RINGAN.
Selalu berguna bagi kenang-kenangan untuk teman teman internasional atau dosen Anda disini. Terutama saat pesta Sinterklaas atau acara tukar menukar kado, cinderamata khas Indonesia pasti mendapat apresiasi lebih. Beberapa contoh : Syal/sapu tangan batik, dompet coin, pembatas buku wayang, perhiasan batu2an etnik, dsb.

Buku dan Materi Studi
Kalau ada data khusus dari Indonesa untuk keperluan studi / riset, dapat dibawa di bagasi maupun carry on. Pastikan juga untuk membawa minimal 1 buku bacaan ringan untuk membunuh waktu sembari menunggu di Bandara atau selama perjalanan di pesawat.

Surat-surat Penting
Beserta fotokopinya. Selalu bawa dalam carry on, jangan pernah simpan di bagasi cek in!

Beberapa Catatan Akhir

  • Percayalah, barang-barang Anda disini pasti akan berkembang biak. Ingat bahwa barang-barang tersebut harus Anda bawa pulang kembali saat masa studi sudah usai. Jadi lebih baik underpack daripada overpack, karena overweight bagasi di Bandara juga akan menjadi masalah. Kalau koper anda sampai overweight, coba atasi dengan cek in bareng dengan teman yang berat kopernya kurang dari 30 kilo. Dengan begitu dapat dianggap sebagai sharing beban.
  • Bila Anda tinggal di student housing Duwo atau SLS Woonen, artinya sprei, sarung bantal dan selimut sudah disediakan. Tak perlu bawa dari Indonesia, disini sprei tambahan juga dapat dibeli dengan harga murah di Zeemans atau Slechtster.
  • Perlu gantungan baju, lampu belajar, jam weker, hiasan kamar? Tak perlu takut, semua dapat dibeli di IKEA Delft dengan harga sangat murah (mis : lampu belajar seharga 1.5 euro).
  • Bawalah 1 set pakaian ganti dalam carry on luggage Anda, untuk berjaga-jaga kemungkinan bagasi cek-in Anda hilang, nyasar atau tertunda. Percayalah, setelah 12 jam di pesawat, hal pertama yang akan Anda ingin lakukan adalah mandi dan ganti baju!
Advertisements

One Comment Add yours

  1. Rofiq says:

    Informative dan sangat berguna bagi yang akan pergi ke sana…. salut

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s