Archive for category PPI Leiden

Foto-Foto: Sepeda Gembira & Nonton Bareng Parade Mobil Bunga

Tinggalkan sebuah Komentar

Laporan Diskusi: Rekonsiliasi Nasional di Indonesia Pasca-Orde Baru

(Zweta Manggarani) – Jumat (20 April 2012) pukul 19-21 telah berlangsung diskusi dengan tema “Rekonsiliasi Indonesia Pasca Orde Baru” yang bertempat di rumah pak Mintardjo, di Korenbloemlaan 531, Oegsgeest. Adapun pembicara malam ini adalah Imam Aziz, saat ini menjabat sebagai salah satu ketua PBNU, pendiri Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKIS), serta pernah menjabat ketua Syarikat Indonesia. Imam Aziz sedang berada di Belanda untuk sebuah penelitian dalam rangka penulisan buku terbaru dari tim penulis NU yaitu Ensiklopedi Nahdlatul Ulama. Pembicara kedua adalah Farid Fajidi, ketua LKIS sekaligus PhD candidate di Utrecht Universiteit dengan fokus penelitian masyarakat muslim sipil Indonesia di masa-masa transisi.

Diskusi diawali paparan dari Imam Aziz tentang wacana dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa tahun silam untuk negara agar mengakui tentang fakta-fakta adanya kasus kekerasan di tahun 1965 serta sejumlah kasus pelanggaran HAM yang terjadi beberapa kali setelah itu hingga masa reformasi. Wacana ini tentu membawa harapan karena tahun lalu Rancangan Undang-Undang Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (RUU KKR) kembali masuk ruang politik setelah sempat dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi pada 2006.

Nyatanya 2 tahun menjelang akhir dari 2 periode masa pemerintahan SBY belum juga tampak tanda-tanda bahwa RUU KKR segera akan menjadi undang-undang. Meski Imam pesimis bahwa SBY akan merealisasikan hal ini, ia yakin ada jalan lain untuk mendorong terwujudnya rekonsiliasi. “Cara paling efektif adalah gerakan di level akar rumput.” Dalam wawancara terpisah ia sempat mengatakan, “Jalan akan buntu jika rekonsiliasi ditumpukan hanya ke pemerintah, kecuali jika rakyat mau buka suara (tentang kasus kekerasan dan pelanggaran HAM).”

Sedikit berbeda pandangan, pembicara kedua Farid Fajidi justru tidak yakin bahwa penyelesaian secara politik bakal terlaksana. Pendekatan secara kultural menurutnya akan lebih bisa memberi dampak berarti di masyarakat. Farid menjelaskan, Indonesia mengalami kesulitan dalam mewujudkan rekonsiliasi karena salah satu penyebabnya adalah bangsa ini terlalu terkotak-kotak, terbagi dalam sejumlah kelompok dengan tingkat kesenjangan tinggi. Lebih jauh lagi, antar kelompok tersebut tidak memiliki rasa saling percaya dan hal ini diperparah dengan kebijakan pemerintah yang pro-kapitalisasi di berbagai sektor. “Sistem kapitalis yang mengedepankan persaingan (antar kelompok) inilah yang semakin memperburuk kemungkinan rekonsiliasi” tandas Farid. Namun demikian Farid masih menyimpan optimisme terhadap sejumlah LSM termasuk Syarikat Indonesia yang dipandangnya sanggup memfasilitasi para survivor kasus pelanggaran HAM 1965 dengan tujuan ‘mengoreksi’ ingatan bangsa Indonesia.

Kata rekonsiliasi sendiri sempat menjadi salah satu topik hangat dalam diskusi. Konsep rekonsiliasi dipahami sebagai konsep yang membutuhkan adanya korban serta pelaku, padahal hingga kini belum ada pernyataan resmi mengenai siapa pelaku yang dimaksudkan di sini. Pemerintah pun dinilai masih belum terlalu serius dalam menggali dan memburu bukti-bukti kasus pelanggaran HAM 1965 serta kasus-kasus kekerasan lain setelah itu. Masalah bertambah kompleks ketika faktor di luar negara Indonesia dimasukkan dalam analisa. Dalam proses menuntut rekonsiliasi secara politis, imbangan kekuatan terutama dari luar Indonesia harus menjadi perhatian serius karena menyangkut negara-negara besar yang punya kepentingan untuk mendukung masing-masing pemerintahan sejak Orde lama dan Orde Baru, lalu sejauh mana imbangan kekuatan ini mempengaruhi pengambilan kebijakan oleh pemerintah menyangkut rekonsiliasi. Di luar itu semua, sebagian besar peserta diskusi sepakat bahwa perlu ada persamaan persepsi tentang kesalahan macam apa yang ditimpakan kepada para survivor.

Ketika ditanya mengenai sejauh mana gerakan akar rumput dapat memberi dampak bagi kemajuan wacana rekonsiliasi, sang ketua PBNU menjanjikan bahwa jaringan di Syarikat Indonesia akan memasukkan wacana ini dalam pertemuan nasional NU di Cirebon Juni mendatang. Menutup diskusi, Farid Farizi kembali menekankan bahwa selain perlu pengakuan dari pemerintah akan fakta sejarah, pemahaman kolektif di masyarakat tentang fakta sejarah ini sangat dibutuhkan. Adanya pemahaman kolektif ini penting bagi terbentuknya pemikiran bahwa kekerasan memang sudah ‘membudaya’ dengan potensi yang sewaktu-waktu bisa muncul ke permukaan. Dengan pemahaman akan potensi ini diharapkan bisa memudahkan masyarakat dalam membaca situasi dan tidak mudah terpicu dan terjebak dalam tindak kekerasan lagi. Tak lupa pak Mintardjo berpesan agar gerakan di akar rumput terus diperkuat dan generasi muda, para cendekiawan, ikut membantu dengan menjadi katalisator perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik.

Selain rekonsiliasi, topik lain yang juga disinggung adalah tentang status Indonesia sebagai negara kesatuan atau NKRI. Imam Aziz yang hingga tahun lalu masih aktif di LKiS ini sempat menjelaskan tentang keikutsertaannya dalam paguyuban tokoh lintas agama, bersama Romo Magnis, Gus Sholah, Bondan Gunawan, dsb. yang bersama membuat sebuah rumusan NKRI, salah satunya adalah mengenai sistem perekonomian. Peran negara di sektor perekonomian dewasa ini dinilai terus mengecil seiring dengan pengambilan kebijakan yang terus-menerus berpihak pada sistem kapitalisme.

Pembahasan mengenai sistem perekonomian ini dipicu salah satunya oleh rencana BUMN memasukkan sektor pertanian di bawah wewenang Kementrian BUMN termasuk ekspor-impor bahan pangan dengan misi membentuk sebuah food estate. Paguyuban tokoh lintas agama khawatir jika sistem baru ini justru tidak akan menyisakan ruang bagi petani. Untuk meng-counter sistem kapitalisme, para tokoh ini mengusulkan untuk menggalakkan kembali sistem koperasi yang lebih sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.

Demikian hasil diskusi bertema “Rekonsiliasi Indonesia Pasca Orde Baru”. PPI Leiden mengucapkan banyak terimakasih bagi Bpk. Imam Aziz dan Bpk. Farid Fajidi selaku pembicara, Bpk. Mintardjo yang kembali menyediakan rumahnya untuk acara ini juga santapan malamnya, termasuk juga Bpk. Amiq Ahmad dan Bpk. Ary Budhi untuk ikan bakar, ayam goreng, dan sambal goreng ati yang serba sedap. Tak lupa pengurus PPI Leiden juga mengucapkan banyak terimakasih untuk Leideners yang sudah bersedia datang dan mengikuti acara diskusi ini.

Tinggalkan sebuah Komentar

Diskusi: Rekonsiliasi Nasional di Indonesia Pasca-Orde Baru

Beste,

Bersama ini pengurus PPI Leiden ingin mengundang Leideners sekalian untuk mengikuti diskusi santai dengan tema “Rekonsiliasi Nasional di Indonesia Pasca-Orde Baru”.

Pembicara: M. Imam Aziz (Angggota pimpinan PB NU, Pendiri Syarikat Indonesia, dan LKiS Yogyakarta)
Farid Wajdi (Direktur LKiS Yogyakarta)
Tempat: Kediaman Pak Mintardjo, Korenbloemlaan 591, 2343 VB Oegsteest.
Waktu: Jum’at, 20 April 2012, mulai jam 18.00

Diskusi akan dilanjutkan dengan acara ramah-tamah dan makan malam bersama. Kami tunggu kehadiran dan partisipasi Teman-teman sekalian.

Salam,

Zweta Manggarani
Sie Humas, Publikasi, dan Dokumentasi

Tembusan: Ketua PPI Leiden

Beberapa link berikut dapat digunakan untuk background knowledge mengenai pembicara:

Tinggalkan sebuah Komentar

Sepeda Gembira & Nonton Bareng Parade Mobil Bunga

SEPEDA GEMBIRA & NONTON BARENG
PARADE MOBIL BUNGA
PPI LEIDEN 2012
(Leiden – Sassenheim – Lisse, 21 April 2012)

Dalam rangka menyemarakkan datangnya musim semi dan mempererat tali kekeluargaan warga Indonesia di Leiden, PPI Leiden menyelenggarakan Sepeda Gembira & Nonton Bareng Parade Mobil Bunga – PPI Leiden 2012.  Acara ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh PPI Leiden dan diikuti warga Indonesia yang berada di kota Leiden. Tahun ini, panitia telah menyiapkan serangkaian acara antara lain pembagian door prize, musik akustik, serta makan siang* bagi segenap keluarga besar PPI Leiden.

Rombongan sepeda akan berangkat dari Leiden Centraal Station pada hari Sabtu 21 April 2012 tepat pukul 10 pagi melalui rute Leiden – Oegstgeest – Sassenheim – Lisse yang berjarak sekitar 14KM. Dengan sepeda, jarak tersebut dapat ditempuh non-stop selama 45 menit, namun diperkirakan waktu tempuh acara Sepeda Gembira dapat mencapai 60 – 90 menit dengan memperhitungkan istirahat 2 kali serta beberapa sesi foto bagi peserta yang ingin mengabadikan keindahan hamparan ladang tulip di sepanjang perjalanan. Sesampai di Lisse, rombongan akan beristirahat sambil menikmati makan siang, kemudian menyanyi bersama dengan iringan Leiden Band dan pembagian door prize menarik dari PPI Leiden bagi 5 peserta yang beruntung. Acara berikutnya adalah nonton bersama Parade Mobil Bunga (Bloemen Corso) yang fenomenal. Parade mobil bunga yang bergerak dari Haarlem hingga Noordwijk ini hanya berlangsung satu kali dalam setahun dengan tema berbeda-beda tiap tahunnya serta diikuti puluhan iring-iringan mobil berhiaskan ratusan jenis bunga. Usai parade bunga adalah acara bebas hingga tiba saatnya untuk kembali ke Leiden.

Selain rombongan Sepeda Gembira, bagi Leideners tidak bersepeda panitia juga akan mengkoordinir rombongan kedua yang berangkat dengan transportasi umum.**

Selanjutnya untuk informasi dan pendaftaran silakan hubungi:
Adhie Gesit Pambudi (g351t[at]yahoo[dot]com)
Zweta Manggarani (zweta_manggarani[at]yahoo[dot]com)

Kami tunggu partisipasi Leideners sekalian. Atas perhatian dan keikutsertaannya kami ucapkan terima kasih.

Leiden, 13 April 2012

Zweta Manggarani
Sie Humas, Publikasi, dan Dokumentasi
PPI Leiden

* Panitia menyediakan makan siang lengkap seharga €2 saja. Makan siang dengan harga terjangkau ini hanya akan disediakan bagi yang mendaftar paling lambat tanggal 19 April 2012, atau 2 hari sebelum pelaksanaan acara.
** Untuk memudahkan administrasi, peserta rombongan bus diharap mendaftar terlebih dulu. Biaya bus pulang pergi Leiden – Lisse diperkirakan sekitar €6.06 tanpa korting.

 Susunan Acara
Jam
Acara
10.00 – 10. 15
Regitrasi peserta di Leiden Centraal Station
10.15 – 11.45
Tulip Fun Bike Tour (Leiden-Oegstgeest-Sassenheim-Lisse)
11.45 – 12.30
Makan siang bersama
12.30 – 14.00
Bernyanyi bersama Leiden Band
Pembagian door-prize
14.00 – 14.30
Sesi bebas dan foto bersama di ladang tulip
14.30 – 16.30
Menyaksikan parade mobil bunga Bloemen Corso
16.30 – 16.45
Registrasi peserta
16.45 – 17.30
Perjalanan pulang ke Leiden
17.30
Tiba di Leiden

Tinggalkan sebuah Komentar

Sayembara desain logo PPI Leiden

Perhimpunan Pelajar Indonesia-Leiden

No. HM.01/I/2012

PENGUMUMAN

Dalam rangka pembuatan identitas organisasi, pengurus Perhimpunan Pelajar Indonesia – Leiden (PPI Leiden) menyelenggarakan sayembara desain logo PPI Leiden. Kegiatan ini ditujukan untuk anggota PPI Leiden, baik yang sedang berada di Belanda, Indonesia, ataupun di negara-negara lain. Adapun ketentuan sayembara adalah sebagai berikut:

Peserta :
Anggota dan alumni PPI Leiden.

Ketentuan Umum:

  1. Desain logo merupakan karya asli (original) dari peserta dan belum pernah dipergunakan di media/forum manapun.
  2. Desain sederhana (simple) dan memiliki nilai filosofis yang terkandung dalam pemilihan bentuk, warna, dan huruf yang digunakan. Peserta juga diminta menyertakan deskripsi singkat mengenai nilai filosofis yang terkandung didalam design.
  3. Desain merepresentasikan PPI Leiden.
  4. Teknis dan gaya visualisasi bebas, namun demikian sebaiknya disarankan tanpa gradasi.
  5. Tidak mengandung unsur SARA, Pornografi, dan Kekerasan
  6. Design harus dapat direproduksi dengan baik di berbagai media dengan teknik cetak, sablon digital, maupun bordir sehingga dapat digunakan pada surat, kaos, sticker, mug, handuk, hoodie, dan merchandise lainnya.
  7. Karya dikirim dengan email subject ‘Sayembara Logo PPI Leiden’ dan disertakan nama dan alamat lengkap, termasuk keterangan periode peserta pernah berada di Leiden.
  8. Hasil karya yang telah dikirimkan sepenuhnya akan menjadi hak milik PPI Leiden untuk selanjutnya digunakan bagi keperluan organisasi.
  9. Panitia akan mengirimkan konfirmasi lebih kurang satu minggu setelah menerima logo dari peserta. Karya yang masuk dapat  dianggap sah hanya jika ada konfirmasi dari panitia.
  10. Keputusan panitia adalah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.

 Kriteria Penilaian:

  1. Konteks materi dan nilai filosofis.
  2. Inovasi dan sisi artistik penyajian visual.
  3. Representasi unsur kota Leiden.

Ketentuan Khusus (Disclaimer) Sayembara Desain Logo PPI Leiden:

  1. Pengurus PPI Leiden beserta anggotanya tidak bertanggung jawab terhadap originalitas dan validitas serta HAKI dari karya-karya yang dikirimkan peserta.
  2. Peserta dianggap telah menyetujui semua prosedur, ketentuan dan peraturan yang berlaku yang telah ditetapkan panitia Sayembara Logo PPI Leiden.

Hadiah :

  1. Sertifikat
  2. Kenang-kenangan dari PPI Leiden

Hasil design bisa dikirim ke e-mail: ppileiden2011@gmail.com
Batas waktu penerimaan: 16 April 2012

Leiden, 23 Februari 2012

Herwinda Adhestya
Ketua PPI Leiden 2011-2012

 

Update: Batas waktu penerimaan telah diperpanjang dari 30 Maret 2012 menjadi 16 April 2012. Pengumuman nama pemenang akan diumumkan pada acara Sepeda Gembira Leiden – Lisse, 21 April 2012.

Tinggalkan sebuah Komentar

Undangan Ramah Tamah dan Evaluasi Tim Futsal Leiden

Dear Rekan-rekan Leideners,

Hari sabtu lalu tim futsal Leiden telah berpartisipasi di Turnamen Arnhemia 2012. Kendatipun belum berhasi membawa pulang trophy, namun kerja keras dan semangat tim futsal PPI Leiden layak untuk diberikan penghargaan.

Meski letih, cedera, terkilir, dan berjalan tertatih namun seluruh anggota tim tetap berusaha memberikan yang terbaik. Salut untuk peran para suporter dan tim medis dalam memberikan dukungan yang sangat luar biasa. Pengurus PPI Leiden mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk anggota tim futsal, suporter, tim medis, dan seluruh Leideners yang mendukung tim ini sejak awal dibentuk sampai berdiri seoerti sekarang.

Atas jasa rekan-rekan semua, Pengurus PPI Leiden mengundang anggota tim futsal, suporter, tim medis, dan rekan-rekan Leideners untuk mengadakan “Evaluasi Tim Futsal Leiden” pada:

Hari : Sabtu, 17 Maret 2012 (Minggu ini)
Pukul : 19.30 – selesai.
Tempat : Koningstraat no. 27, 2316 CC, Leiden.
Acara : Makan malam, ngobrol santai, bernyanyi, berpuisi, dan bermusik bersama.

Kami juga menyambut dengan tangan terbuka bagi rekan-rekan yang ingin menyumbang hidangan, cemilan, minuman, suara merdu, tarian/joged, dan kebolehan lainnya untuk memeriahkan acara ini.

Demikian saya ucapkan terima kasih atas perhatian dan kekompakan rekan-rekan semua.

Salam,

Adhie Gesit Pambudi
Sie. Acara, Musik dan Seni

Tinggalkan sebuah Komentar

Tim futsal PPI Leiden @Arnhemia 2012

Tim Futsal PPI Leiden telah berlaga di ajang maut Arhnemia 2012. PPI Leiden kali ini diwakili oleh para pemain yang handal, bersemangat dan tidak mudah menyerah.

Terima kasih bagi para pemain, suporter dan pendukung yang telah berpartisipasi dan mendukung tim futsal PPI Leiden.

Berikut ini adalah para pemain-pemain yang telah berlaga:


Berdiri dari ki-ka: Kang Wahid, Faik, Ngurah, Uji, Darmanto, Adhie Gesit.
Jongkok dari ki-ka: Aji, Muslihin, Edegar, Yanwar.

Video saat bermain yang disertai teriakan dan jeritan seksi dari para suporter:

Tinggalkan sebuah Komentar

Diskusi: “Dialog Antar Iman”

Beste seluruh anggota PPI Leiden,

PPI Leiden mengundang Kawan-Kawan sekalian untuk mengikuti diskusi santai dengan topik “Dialog Antar Iman: Prospek dan tantangannya di Indonesia”.

Pembicara : Chen Chen Muthahari (Gayatri Wedotami)
Beliau adalah kandidat PhD di Pontifical University of St. Thomas Aquinas, Roma, Italia.
Tempat : Duwo 15F (kediaman Achmad Munjid/Ary Budhi)
Waktu : Minggu 4 Maret 2012, jam 18.00 hingga usai.

Acara diskusi akan dilanjutkan dengan ramah tamah dan hiburan yang akan menghadirkan gitaris legendaris dari Oesgeest, Adhie Gesit Pambudi. Kami tunggu kehadiran Kawan sekalian.

NB: yang gemar memasak dipersilakan untuk membawa hasil karyanya, yg tidak gemar pun dipersilakan membawa jajanan favoritnya ^^

Salam hangat,
Pengurus PPI Leiden

Salah satu blog dari pembicara: http://gayatriwedotami.wordpress.com/

Tinggalkan sebuah Komentar

Diskusi Pasca Privatisasi Perguruan Tinggi dan Land Grabbing

Akan diadakan acara diskusi pada:

Hari, Tanggal    : Minggu, 13 November 2011
Waktu               : 13:00 – selesai
Tempat             : Van Baerlerstraat 12, Leiden

2 topik yang akan dibicarakan adalah:

Pasca Privatisasi Perguruan Tinggi (Kepekaan Sosial, Manajemen Kepegawaian), Kasus Universitas Indonesia.
Dalam hal ini saudara Andri Wibisana (dosen UI yang sedang mengajar di Rotterdam) akan berbagi mengenai perkembangan terkini di UI.

Land Grabbing, pengambilalihan tanah pertanian
Mengenai topik yang kedua ini, akan ada beberapa mahasiswa program Master ISS dan juga Bpk Rikardo Simarmata yang akan berbagi dengan kita.

Tinggalkan sebuah Komentar

Pemilu Ketua PPI 2011-2012 dan Diskusi “Diplomasi Mahasiswa: Kenapa tidak?”

Sabtu 24 September 2011 akan ada pemilihan ketua baru PPI Leiden periode 2011-2012. PPI Leiden mengundang rekan-rekan untuk memberikan suaranya dalam pemilihan ini.

Calon-calon yang diajukan:
- Adhy Riadhy: Air and Space Law
- Adhes: International Business Law

Selain itu juga akan ada juga diskusi PPI Leiden: “Diplomasi Mahasiswa: Kenapa tidak?”
Pembicara: Prof. Mahmud Syaltout, PhD.

Tempat: Kediaman Bapak Mintardjo
Korenbloemlaan 59, 2343VB Oegstgeest
Hari/tgl: Sabtu, 24 September 2011
Pukul: 16.30 sampai selesai.

Prof. Mahmud Syaltout ingin menyoroti peran apa yang bisa dimainkan oleh Mahasiswa Indonesia dan PPI, dalam konteks diplomatik. Khususnya, sebagai aktor dari “Multi-track diplomacy”.

Biodata Prof. Mahmud Syaltout, PhD

Profesi:
1. Direktur Eksekutif – Center for Global Civil Society Studies (Pacivis) – FISIP Universitas Indonesia.
2. Pengajar dan Peneliti Hubungan Internasional – FISIP – Universitas Indonesia.
3. Pengajar dan Peneliti Tamu di Master International Affairs (Spesialisasi, Asia) Université du Havrea, di CEDIEC Université Paris 5 dan di CHAC – Université Paris 1.

Pendidikan:
PhD in International, European and Comparative Law, Université Paris 5, 2010, Summa Cumlaude.
Master in International Economic Law and Development Policy, Speciality International Practices), 2005, University Paris 5, Best Thesis.
Sarjana Hukum, Universitas Airlangga 2003, Summa Cumlaude.

Pengalaman organisasi:
1. Anggota Komite Scientific – Réseau Asie, 2011 – sekarang.
2. Anggota Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4), Keyplayer Cluster Ilmu Sosial, 2010- sekarang.
3. Anggota International Law Association, French Branch, 2010-sekarang.
4. Ketua PPI Perancis, 2006-2007.
5. Presiden BEM FH Unair, 2000-2002.

Tinggalkan sebuah Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.