This user hasn't shared any biographical information
Groenscup 2012
Diposkan dalam Warta Berita pada 17 Mei 2012
Akan kembali diadakan Groenscup 2012 oleh PPI Groningen. Cabang olahraga yang akan dipertandingkan untuk tahun ini adalah:
- badminton
- basket
- capsa
- catur
- futsal
- panco
- tenis meja
Acara akan dilaksanakan pada tanggal: 26 Mei, 2012 – 10:00 – 27 Mei, 2012 – 19:00
Lokasi acara: ACLO Sports Center, Blauwborgje 16, 9747AC, Groningen.
Informasi lebih lanjut dapat dihubungi di http://www.groenscup.nl/
Pernyataan Sikap Bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) – Kawasan Eropa dan Amerika, Perihal Kunjungan Kerja Anggota DPR RI Ke Negara- Negara Uni Erop
Diposkan dalam Warta Berita pada 29 April 2012
By Adi Saputra
in PPI Dunia / OISAA (Overseas Indonesian Student Association Alliance) ·
Kepada Yth.
Rekan – rekan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di seluruh Dunia
Berikut kami sampaikan pernyataan sikap bersama PPI Kawasan Eropa dan Amerika terkait dengan kunjungan kerja anggota DPR RI ke negara – negara Uni Eropa. Pernyataan sikap ini akan dibacakan secara langsung oleh PPI Ceko saat pertemuan dengan delegasi DPR RI pada hari ini, tanggal 16 April 2012. Dimohonkan kepada rekan-rekan PPI seluruh Dunia dan khususnya PPI Kawasan Eropa-Amerika untuk mensosialisasikan pernyataan sikap ini di PPI -nya masing – masing.
Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Terima kasih,
“PPI Dunia untuk Indonesia”
——————————————
Pernyataan Sikap Bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) – Kawasan Eropa dan Amerika Perihal Kunjungan Kerja Anggota DPR RI Ke Negara- Negara Uni Eropa
Dalam hal menyikapi agenda kunjungan kerja dan studi banding oleh delegasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) – RI ke beberapa negara-negara Uni Eropa, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) kawasan Eropa dan Amerika mengapresiasi segala upaya yang dilakukan dalam rangka melaksanakan fungsi dan tugas DPR RI.
Akan tetapi, dengan mempertimbangkan program kerja yang dibawa dan memperhatikan hasil kunjungan anggota DPR RI pada tahun-tahun sebelumnya, maka PPI kawasan Eropa dan Amerika mengeluarkan pandangan dan sikap sebagai berikut.
1. Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) kawasan Eropa dan Amerika meminta kepada DPR RI untuk bersikap transparan dan terbuka mengenai tujuan, program kerja/agenda, biaya perjalanan, dan hasil–hasil yang ingin dicapai kepada seluruh masyarakat Indonesia. Akses informasi tersebut harus diumumkan secara terbuka sebelum keberangkatan dilaksanakan.
2. Meminta kesediaan dari Delegasi DPR RI untuk berdialog dengan masyarakat Indonesia dan pihak PPI negara yang bersangkutan mengenai tujuan dan programnya, serta kesediaan untuk didampingi selama pelaksanaan kunjungan kerja/studi banding. Selain itu, sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat luas, DPR RI juga diminta bersedia guna mensosialisasikan hasil kunjungan kerja yang berupa laporan, rekomendasi dan lainnya untuk dipublish di situs komisi atau DPR.
3. Merekomendasikan kepada DPR RI untuk mempelajari dan menggunakan fasilitas teknologi seperti internet dan video conference sebagai alat transfer informasi, dengan tetap memperhatikan keefektifan tujuan yang ingin dicapai dan demi efisiensi dana. Transfer Informasi dan pencarian data juga dapat memanfaatkan perwakilan KBRI, PPI dan para pakar baik dari dalam dan luar negeri.
4. Meminta DPR RI untuk memiliki sense of crises di tengah keterpurukan ekonomi bangsa, dengan lebih memprioritaskan alokasi anggaran pada program-program yang bermanfaat dan menyentuh keberpihakan pada masyarakat. Sehingga keputusan untuk melakukan kunjungan kerja/studi banding hendaknya memiliki urgensi program, ketepatan sasaran dan penghematan anggaran, yang dapat dipertanggungjawabkan dan dijelaskan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Perlu juga diingat bahwa kunjungan kerja/studi banding ini telah dilakukan berulang kali pada negara yang sama walaupun oleh komisi yang berbeda. Hal tersebut merupakan pemborosan negara, dimana kunjungan kerja/studi banding yang dilakukan belum teruji efektifitas dan manfaatnya
5. Jika kalau point pertama dan kedua dalam pernyataan sikap ini tidak diindahkan, dan pihak delegasi DPR RI tidak dapat mempertanggungjawabkan hasil-hasil yang dicapai selama kunjungan kerja tersebut, maka aliansi PPI Kawasan Eropa dan Amerika dengan ini menyatakan menolak secara tegas terhadap kedatangan Tim Delegasi DPR RI
Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan, semoga dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat luas dan khususnya bagi peningkatan kinerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
a/n
Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) – Kawasan Eropa dan Amerika
Foto-Foto: Sepeda Gembira & Nonton Bareng Parade Mobil Bunga
Diposkan dalam Kegiatan pada 25 April 2012
Laporan Diskusi: Rekonsiliasi Nasional di Indonesia Pasca-Orde Baru
Diposkan dalam Kegiatan pada 22 April 2012
(Zweta Manggarani) – Jumat (20 April 2012) pukul 19-21 telah berlangsung diskusi dengan tema “Rekonsiliasi Indonesia Pasca Orde Baru” yang bertempat di rumah pak Mintardjo, di Korenbloemlaan 531, Oegsgeest. Adapun pembicara malam ini adalah Imam Aziz, saat ini menjabat sebagai salah satu ketua PBNU, pendiri Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKIS), serta pernah menjabat ketua Syarikat Indonesia. Imam Aziz sedang berada di Belanda untuk sebuah penelitian dalam rangka penulisan buku terbaru dari tim penulis NU yaitu Ensiklopedi Nahdlatul Ulama. Pembicara kedua adalah Farid Fajidi, ketua LKIS sekaligus PhD candidate di Utrecht Universiteit dengan fokus penelitian masyarakat muslim sipil Indonesia di masa-masa transisi.
Diskusi diawali paparan dari Imam Aziz tentang wacana dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa tahun silam untuk negara agar mengakui tentang fakta-fakta adanya kasus kekerasan di tahun 1965 serta sejumlah kasus pelanggaran HAM yang terjadi beberapa kali setelah itu hingga masa reformasi. Wacana ini tentu membawa harapan karena tahun lalu Rancangan Undang-Undang Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (RUU KKR) kembali masuk ruang politik setelah sempat dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi pada 2006.
Nyatanya 2 tahun menjelang akhir dari 2 periode masa pemerintahan SBY belum juga tampak tanda-tanda bahwa RUU KKR segera akan menjadi undang-undang. Meski Imam pesimis bahwa SBY akan merealisasikan hal ini, ia yakin ada jalan lain untuk mendorong terwujudnya rekonsiliasi. “Cara paling efektif adalah gerakan di level akar rumput.” Dalam wawancara terpisah ia sempat mengatakan, “Jalan akan buntu jika rekonsiliasi ditumpukan hanya ke pemerintah, kecuali jika rakyat mau buka suara (tentang kasus kekerasan dan pelanggaran HAM).”
Sedikit berbeda pandangan, pembicara kedua Farid Fajidi justru tidak yakin bahwa penyelesaian secara politik bakal terlaksana. Pendekatan secara kultural menurutnya akan lebih bisa memberi dampak berarti di masyarakat. Farid menjelaskan, Indonesia mengalami kesulitan dalam mewujudkan rekonsiliasi karena salah satu penyebabnya adalah bangsa ini terlalu terkotak-kotak, terbagi dalam sejumlah kelompok dengan tingkat kesenjangan tinggi. Lebih jauh lagi, antar kelompok tersebut tidak memiliki rasa saling percaya dan hal ini diperparah dengan kebijakan pemerintah yang pro-kapitalisasi di berbagai sektor. “Sistem kapitalis yang mengedepankan persaingan (antar kelompok) inilah yang semakin memperburuk kemungkinan rekonsiliasi” tandas Farid. Namun demikian Farid masih menyimpan optimisme terhadap sejumlah LSM termasuk Syarikat Indonesia yang dipandangnya sanggup memfasilitasi para survivor kasus pelanggaran HAM 1965 dengan tujuan ‘mengoreksi’ ingatan bangsa Indonesia.
Kata rekonsiliasi sendiri sempat menjadi salah satu topik hangat dalam diskusi. Konsep rekonsiliasi dipahami sebagai konsep yang membutuhkan adanya korban serta pelaku, padahal hingga kini belum ada pernyataan resmi mengenai siapa pelaku yang dimaksudkan di sini. Pemerintah pun dinilai masih belum terlalu serius dalam menggali dan memburu bukti-bukti kasus pelanggaran HAM 1965 serta kasus-kasus kekerasan lain setelah itu. Masalah bertambah kompleks ketika faktor di luar negara Indonesia dimasukkan dalam analisa. Dalam proses menuntut rekonsiliasi secara politis, imbangan kekuatan terutama dari luar Indonesia harus menjadi perhatian serius karena menyangkut negara-negara besar yang punya kepentingan untuk mendukung masing-masing pemerintahan sejak Orde lama dan Orde Baru, lalu sejauh mana imbangan kekuatan ini mempengaruhi pengambilan kebijakan oleh pemerintah menyangkut rekonsiliasi. Di luar itu semua, sebagian besar peserta diskusi sepakat bahwa perlu ada persamaan persepsi tentang kesalahan macam apa yang ditimpakan kepada para survivor.
Ketika ditanya mengenai sejauh mana gerakan akar rumput dapat memberi dampak bagi kemajuan wacana rekonsiliasi, sang ketua PBNU menjanjikan bahwa jaringan di Syarikat Indonesia akan memasukkan wacana ini dalam pertemuan nasional NU di Cirebon Juni mendatang. Menutup diskusi, Farid Farizi kembali menekankan bahwa selain perlu pengakuan dari pemerintah akan fakta sejarah, pemahaman kolektif di masyarakat tentang fakta sejarah ini sangat dibutuhkan. Adanya pemahaman kolektif ini penting bagi terbentuknya pemikiran bahwa kekerasan memang sudah ‘membudaya’ dengan potensi yang sewaktu-waktu bisa muncul ke permukaan. Dengan pemahaman akan potensi ini diharapkan bisa memudahkan masyarakat dalam membaca situasi dan tidak mudah terpicu dan terjebak dalam tindak kekerasan lagi. Tak lupa pak Mintardjo berpesan agar gerakan di akar rumput terus diperkuat dan generasi muda, para cendekiawan, ikut membantu dengan menjadi katalisator perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik.
Selain rekonsiliasi, topik lain yang juga disinggung adalah tentang status Indonesia sebagai negara kesatuan atau NKRI. Imam Aziz yang hingga tahun lalu masih aktif di LKiS ini sempat menjelaskan tentang keikutsertaannya dalam paguyuban tokoh lintas agama, bersama Romo Magnis, Gus Sholah, Bondan Gunawan, dsb. yang bersama membuat sebuah rumusan NKRI, salah satunya adalah mengenai sistem perekonomian. Peran negara di sektor perekonomian dewasa ini dinilai terus mengecil seiring dengan pengambilan kebijakan yang terus-menerus berpihak pada sistem kapitalisme.
Pembahasan mengenai sistem perekonomian ini dipicu salah satunya oleh rencana BUMN memasukkan sektor pertanian di bawah wewenang Kementrian BUMN termasuk ekspor-impor bahan pangan dengan misi membentuk sebuah food estate. Paguyuban tokoh lintas agama khawatir jika sistem baru ini justru tidak akan menyisakan ruang bagi petani. Untuk meng-counter sistem kapitalisme, para tokoh ini mengusulkan untuk menggalakkan kembali sistem koperasi yang lebih sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.
Demikian hasil diskusi bertema “Rekonsiliasi Indonesia Pasca Orde Baru”. PPI Leiden mengucapkan banyak terimakasih bagi Bpk. Imam Aziz dan Bpk. Farid Fajidi selaku pembicara, Bpk. Mintardjo yang kembali menyediakan rumahnya untuk acara ini juga santapan malamnya, termasuk juga Bpk. Amiq Ahmad dan Bpk. Ary Budhi untuk ikan bakar, ayam goreng, dan sambal goreng ati yang serba sedap. Tak lupa pengurus PPI Leiden juga mengucapkan banyak terimakasih untuk Leideners yang sudah bersedia datang dan mengikuti acara diskusi ini.
Pavilyun Indonesia di Floriade 2012 World Horticulture Expo
Diposkan dalam Warta Berita pada 20 April 2012
Indonesia kembali ikut serta dalam World Horticultural Expo 2012. Acara 10 tahunan yang berlokasi di Floriade, Venlo ini diikuti oleh 35 negara yang menyajikan berbagai macam tema dan aktifitas. Tema yang diambil dan diterjemahkan di paviliun Indonesia adalah ‘Indonesia Spice Islands’.
Kalau dilihat sejenak, World Horticultural Expo ini ada kemiripannya dengan Taman Mini Indonesia Indah. di paviliun Indonesia, pengunjung dapat menikmati miniatur Borobudur, berbagai rumah adat dan pagelaran seni tradisional. Pada acara yang terakhir (Expo 2002) Indonesia berhasil menjadi paviliun terbaik.
Waktu: 5 April to 7 October 2012 (http://www.floriade.com/visit-floriade/opening-hours)
Tempat: Venlo
Tiket: 30 euro termasuk tiket cablecar atau 25 euro tanpa cablecar
Diskusi: Rekonsiliasi Nasional di Indonesia Pasca-Orde Baru
Diposkan dalam Kegiatan pada 17 April 2012
Beste,
Bersama ini pengurus PPI Leiden ingin mengundang Leideners sekalian untuk mengikuti diskusi santai dengan tema “Rekonsiliasi Nasional di Indonesia Pasca-Orde Baru”.
Pembicara: M. Imam Aziz (Angggota pimpinan PB NU, Pendiri Syarikat Indonesia, dan LKiS Yogyakarta)
Farid Wajdi (Direktur LKiS Yogyakarta)
Tempat: Kediaman Pak Mintardjo, Korenbloemlaan 591, 2343 VB Oegsteest.
Waktu: Jum’at, 20 April 2012, mulai jam 18.00
Diskusi akan dilanjutkan dengan acara ramah-tamah dan makan malam bersama. Kami tunggu kehadiran dan partisipasi Teman-teman sekalian.
Salam,
Zweta Manggarani
Sie Humas, Publikasi, dan Dokumentasi
Tembusan: Ketua PPI Leiden
Beberapa link berikut dapat digunakan untuk background knowledge mengenai pembicara:
Lomba lari Leidsch Singelloop
Diposkan dalam Warta Berita pada 17 April 2012
Lomba lari tahunan “Leidsch Singelloop” kembali digelar Jumat, 20 April 2012 mendatang. Perlombaan yang terbuka untuk umum ini telah diadakan sejak 1976 dan mengambil rute mengelilingi kanal di seputar kota Leiden dengan jarak sekitar 4 mil atau 6,6KM. Untuk mengikuti lomba ini, panitia menarik biaya 5 euro dari masing-masing peserta, yang nantinya akan disumbangkan untuk berbagai kegiatan amal.
Bagi yang tertarik untuk mengikuti lomba ini dapat mendaftar di Visitor’s Center, Stationweg 41 Leiden. Informasi selanjutnya dapat dibaca di http://www.leidschdagblad.nl/singelloop/
Salam olah raga, selamat berkompetisi, dan tetap sportif.
Sepeda Gembira & Nonton Bareng Parade Mobil Bunga
Diposkan dalam Kegiatan pada 15 April 2012
SEPEDA GEMBIRA & NONTON BARENG
PARADE MOBIL BUNGA
PPI LEIDEN 2012
(Leiden – Sassenheim – Lisse, 21 April 2012)
Dalam rangka menyemarakkan datangnya musim semi dan mempererat tali kekeluargaan warga Indonesia di Leiden, PPI Leiden menyelenggarakan Sepeda Gembira & Nonton Bareng Parade Mobil Bunga – PPI Leiden 2012. Acara ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh PPI Leiden dan diikuti warga Indonesia yang berada di kota Leiden. Tahun ini, panitia telah menyiapkan serangkaian acara antara lain pembagian door prize, musik akustik, serta makan siang* bagi segenap keluarga besar PPI Leiden.
Rombongan sepeda akan berangkat dari Leiden Centraal Station pada hari Sabtu 21 April 2012 tepat pukul 10 pagi melalui rute Leiden – Oegstgeest – Sassenheim – Lisse yang berjarak sekitar 14KM. Dengan sepeda, jarak tersebut dapat ditempuh non-stop selama 45 menit, namun diperkirakan waktu tempuh acara Sepeda Gembira dapat mencapai 60 – 90 menit dengan memperhitungkan istirahat 2 kali serta beberapa sesi foto bagi peserta yang ingin mengabadikan keindahan hamparan ladang tulip di sepanjang perjalanan. Sesampai di Lisse, rombongan akan beristirahat sambil menikmati makan siang, kemudian menyanyi bersama dengan iringan Leiden Band dan pembagian door prize menarik dari PPI Leiden bagi 5 peserta yang beruntung. Acara berikutnya adalah nonton bersama Parade Mobil Bunga (Bloemen Corso) yang fenomenal. Parade mobil bunga yang bergerak dari Haarlem hingga Noordwijk ini hanya berlangsung satu kali dalam setahun dengan tema berbeda-beda tiap tahunnya serta diikuti puluhan iring-iringan mobil berhiaskan ratusan jenis bunga. Usai parade bunga adalah acara bebas hingga tiba saatnya untuk kembali ke Leiden.
Selain rombongan Sepeda Gembira, bagi Leideners tidak bersepeda panitia juga akan mengkoordinir rombongan kedua yang berangkat dengan transportasi umum.**
Selanjutnya untuk informasi dan pendaftaran silakan hubungi:
Adhie Gesit Pambudi (g351t[at]yahoo[dot]com)
Zweta Manggarani (zweta_manggarani[at]yahoo[dot]com)
Kami tunggu partisipasi Leideners sekalian. Atas perhatian dan keikutsertaannya kami ucapkan terima kasih.
Leiden, 13 April 2012
Zweta Manggarani
Sie Humas, Publikasi, dan Dokumentasi
PPI Leiden
* Panitia menyediakan makan siang lengkap seharga €2 saja. Makan siang dengan harga terjangkau ini hanya akan disediakan bagi yang mendaftar paling lambat tanggal 19 April 2012, atau 2 hari sebelum pelaksanaan acara.
** Untuk memudahkan administrasi, peserta rombongan bus diharap mendaftar terlebih dulu. Biaya bus pulang pergi Leiden – Lisse diperkirakan sekitar €6.06 tanpa korting.
|
Jam
|
Acara
|
|
10.00 – 10. 15
|
Regitrasi peserta di Leiden Centraal Station
|
|
10.15 – 11.45
|
Tulip Fun Bike Tour (Leiden-Oegstgeest-Sassenheim-Lisse)
|
|
11.45 – 12.30
|
Makan siang bersama
|
|
12.30 – 14.00
|
Bernyanyi bersama Leiden Band
Pembagian door-prize
|
|
14.00 – 14.30
|
Sesi bebas dan foto bersama di ladang tulip
|
|
14.30 – 16.30
|
Menyaksikan parade mobil bunga Bloemen Corso
|
|
16.30 – 16.45
|
Registrasi peserta
|
|
16.45 – 17.30
|
Perjalanan pulang ke Leiden
|
|
17.30
|
Tiba di Leiden
|
Sayembara desain logo PPI Leiden
Diposkan dalam Kegiatan, Warta Berita pada 15 April 2012
Perhimpunan Pelajar Indonesia-Leiden
No. HM.01/I/2012
PENGUMUMAN
Dalam rangka pembuatan identitas organisasi, pengurus Perhimpunan Pelajar Indonesia – Leiden (PPI Leiden) menyelenggarakan sayembara desain logo PPI Leiden. Kegiatan ini ditujukan untuk anggota PPI Leiden, baik yang sedang berada di Belanda, Indonesia, ataupun di negara-negara lain. Adapun ketentuan sayembara adalah sebagai berikut:
Peserta :
Anggota dan alumni PPI Leiden.
Ketentuan Umum:
- Desain logo merupakan karya asli (original) dari peserta dan belum pernah dipergunakan di media/forum manapun.
- Desain sederhana (simple) dan memiliki nilai filosofis yang terkandung dalam pemilihan bentuk, warna, dan huruf yang digunakan. Peserta juga diminta menyertakan deskripsi singkat mengenai nilai filosofis yang terkandung didalam design.
- Desain merepresentasikan PPI Leiden.
- Teknis dan gaya visualisasi bebas, namun demikian sebaiknya disarankan tanpa gradasi.
- Tidak mengandung unsur SARA, Pornografi, dan Kekerasan
- Design harus dapat direproduksi dengan baik di berbagai media dengan teknik cetak, sablon digital, maupun bordir sehingga dapat digunakan pada surat, kaos, sticker, mug, handuk, hoodie, dan merchandise lainnya.
- Karya dikirim dengan email subject ‘Sayembara Logo PPI Leiden’ dan disertakan nama dan alamat lengkap, termasuk keterangan periode peserta pernah berada di Leiden.
- Hasil karya yang telah dikirimkan sepenuhnya akan menjadi hak milik PPI Leiden untuk selanjutnya digunakan bagi keperluan organisasi.
- Panitia akan mengirimkan konfirmasi lebih kurang satu minggu setelah menerima logo dari peserta. Karya yang masuk dapat dianggap sah hanya jika ada konfirmasi dari panitia.
- Keputusan panitia adalah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.
Kriteria Penilaian:
- Konteks materi dan nilai filosofis.
- Inovasi dan sisi artistik penyajian visual.
- Representasi unsur kota Leiden.
Ketentuan Khusus (Disclaimer) Sayembara Desain Logo PPI Leiden:
- Pengurus PPI Leiden beserta anggotanya tidak bertanggung jawab terhadap originalitas dan validitas serta HAKI dari karya-karya yang dikirimkan peserta.
- Peserta dianggap telah menyetujui semua prosedur, ketentuan dan peraturan yang berlaku yang telah ditetapkan panitia Sayembara Logo PPI Leiden.
Hadiah :
- Sertifikat
- Kenang-kenangan dari PPI Leiden
Hasil design bisa dikirim ke e-mail: ppileiden2011@gmail.com
Batas waktu penerimaan: 16 April 2012
Leiden, 23 Februari 2012
Herwinda Adhestya
Ketua PPI Leiden 2011-2012
Update: Batas waktu penerimaan telah diperpanjang dari 30 Maret 2012 menjadi 16 April 2012. Pengumuman nama pemenang akan diumumkan pada acara Sepeda Gembira Leiden – Lisse, 21 April 2012.
Groenscup 2012
Diposkan dalam Warta Berita pada 13 April 2012
INFO: untuk para anggota PPI Leiden yang berminat untuk mengikuti Groenscup 2012, silahkan hubungi pengurus PPI Leiden secepatnya karena pendaftaran akan ditutup pada hari Sabtu, 21 April 2012 atau sampai jumlah peserta memenuhi kuota.
Isi dari post ini diambil dari http://www.groenscup.nl
GroensCup merupakan kegiatan tahunan gagasan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Groningen yang telah digulirkan sejak tahun 2002. GroensCup ditujukan untuk dapat mempererat rasa kebersamaan, persahabatan, dan persaudaraan yang diharapkan dapat mempersatukan seluruh komunitas Indonesia di Belanda khususnya, dan Eropa. Kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan pembinaan semangat juang dan tak kenal menyerah, serta penanaman sportivitas bagi seluruh elemen yang terlibat di dalamnya.
GroensCup 2012 yang merupakan penyelenggaraan kesebelas bagi kegiatan ini akan dilaksanakan pada:
Hari Sabtu dan Minggu, 26 dan 27 Mei 2012
bertempat di ACLO Sports Center, Blauwborgje 16, 9747 AC Groningen.
Tujuh cabang pertandingan olahraga akan dilaksanakan pada GroensCup 2012 ini, meliputi:
- cabang badminton,
- cabang basket,
- cabang capsa,
- cabang catur,
- cabang futsal,
- cabang panco, dan
- cabang tenis meja.
Pendaftaran dimulai pada hari Jumat, 28 Maret 2012 dan ditutup pada hari Sabtu 21 April 2012. Informasi selengkapnya dapat dilihat pada halaman ini
Peraturan pertandingan secara umum dapat dilihat pada halaman ini
Untuk informasi lebih lanjut mengenai GroensCup 2012, silakan menghubungi panitia via :
- email “info[at]groenscup[dot]nl”
