Kumpulkan data yang banyak

(Ibnuaa) – Lagi Indonesia akan memiliki seorang doktor dari Universitas Leiden. Pada 13 Desember mendatang Sri Margana seorang mahasiswa Indonesia kelahiran Klaten 1969 akan mempertahankan disertasinya Java’s Last Frontier: The Struggle for Hegemony of Blambangan c. 1763-1813 di muka sidang di Lokhorstkerk, Leiden.

Margana menjalani kuliah PhD-nya sejak 2002 dan akan selesai 2007 ini. Sebelumnya ia menyelesaikan S1 dan S2 di jurusan sejarah fakultas Sosial Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM) dan menjadi dosen di sana sejak 1998. Selanjutnya pada 2001 bergabung di The Advanced Master Programme of CNSW Universitas Leiden.

“Bagi saya yang mengajar sejarah Indonesia, Belanda adalah tujuan terbaik, karena di sini di simpan sumber-sumber sejarah Indonesia yang melimpah. DI samping itu bisa mengenal kebudayaan Belanda secara langsung, memahami cara mereka hidup, berfikir, bernegara dan bermasyarakat. Hal semacam ini bisa menjadi modal juga untuk lebih memahami sejarah Indonesia, terutama untuk memahami ideology dan perilaku para elit politik penentu kebijakan colonial Belanda,” paparnya.

Selain itu ia juga mengaku merasa terkesan dengan fasilitas yang dimiliki Universitas Leiden. Dengan fasilitas tersebut ia merasa mendapatkan kemudahan untuk mengakses berbagai sumber dan referensi untuk penelitiannya. “Hal lain yang spesifik, kebudayaan akademis di Leiden terutama, adalah para mahasiswa sebelum menulis harus benar-benar dibenamkan di kantor arsip dan perpustakaan untuk digging arsip, dokumen, literatur dan sumber-sumber lain yang diperlukan, baru kemudian kita bicara terori dan kerangka penulisan,” jelasnya.

Kepada mahasiwa Indonesia yang masih belajar di Universitas Leiden, Margana menyarankan untuk meluangkan waktu lebih banyak untuk mengumpulkan data yang nanti bisa digunakan untuk penelitian pribadi, di luar tesis dan disertasi. Anggap saja katanya, kuliah di Belanda hanya kesempatan yang tidak akan berulang lagi. Karena itu gunakan waktu yang ada itu semaksimal mungkin, sarannya.

About these ads
  1. #1 by apip on 10 Juni 2011 - 04:12

    Pesan yang sangat menarik… saya tertarik untuk studi Doctoral ttg ke-indonesia-an melalui film dokumenter, apakah memungkinkan di Leiden? mohon bantuan informasinya, terima kasih.

  2. #2 by admin on 14 Juni 2011 - 12:04

    saya sebagai admin kurang bisa memberi informasi lebih lanjut berkaitan dengan pertanyaan mas Apip tentang study ke-Indonesia-an lewat media film. Akan tetapi, di Leiden ada study tentang Indonesia dan berbagai negara di South East Asia, tidak hanya tentang culture tetapi juga ada study tentang politik.

    Untuk keterangan lebih lanjut, mas Apip bisa melihat di link berikut ini http://research.leiden.edu/research-profiles/amt/indonesia.html atau bisa juga menghubungi salah satu researcher untuk bertanya lebih jauh (bapak Suryadi atau ibu Ratna.

  3. #3 by Deny Fibrata on 12 Oktober 2011 - 04:07

    Pak, bagaimana caranya ya pak kalau saya ingin mengakses data dan arsip di universitas leiden? barangkali ada kontak person yang bisa saya hubungi?

    salam,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 28 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: