Historun: Menjelajahi Kepingan-kepingan Sejarah Indonesia di Leiden

“Those who don’t know history are doomed to repeat it.”
(Edmund Burke)
Mendung masih menggelayuti Leiden pagi itu. Gerimis mengiringi kedatangan para peserta ke Volkenkunde Museum. Namun hal tersebut tidak menjadi halangan bagi berkumpulnya 80 peserta untuk acara “Historun.”

Diinisiasi oleh PPI Leiden dan PPI Belanda, acara ini menawarkan konsep “penjelajahan” lokasi-lokasi bersejarah di kota Leiden yang memiliki kedekatan historis dengan Indonesia. Sekitar sepuluh spot dipilih sebagai lokasi tersebut, beberapa di antaranya adalah: rumah Snouck Hurgronje, kediaman Achmad Soebardjo (menteri luar negeri pertama Indonesia), Koninklijk Instituut voor Taal, Land en Volkenkunde (KITLV), rumah dimana Indische Vereeniging pertama kali dicetuskan dan nukilan puisi Ranggawarsita di salah satu dinding di sudut jalan Leiden.

Beberapa nama seperti Parlindoengan Loebis, R.M. Sosrokartono, R. Soemitro dan Soetan Casejangan Soripada mungkin cukup asing karena tidak terlalu mendapat banyak porsi di dalam historiografi Indonesia. Namun siapa sangka ternyata mereka pernah berjuang demi terbentuknya konsep “Indonesia” ketika mereka berstatus sebagai mahasiswa Leiden. Siapa yang menyangka juga bahwa ada puisi Chairil Anwar dan Ranggawarsita yang terpampang gagah menghiasi sudut kota Leiden?
Setelah penyambutan oleh Jajang Nurjaman selaku perwakilan dari PPI Leiden dan Pak Bambang Hari selaku atase pendidikan baru, acara resmi dimulai. Penyisiran awal dilakukan dengan kunjungan ke section Indonesia yang ada di museum Volkenkunde. Dalam ruangan kecil museum yang telah berusia 176 tahun tersebut tersimpan koleksi arca-arca asli peninggalan Kerajaan Singasari, puluhan keris dengan ornamen yang sangat indah (salah satunya merupakan keris yang digunakan oleh Cut Nyak Dien), boneka-boneka yang merepresentasikan keragaman suku di Indonesia yang merupakan hadiah untuk Ratu Wilhelmina, serta beragam koleksi menarik lainnya. Terima kasih untuk Bu Silvy Puntowati yang telah meluangkan waktunya untuk memandu kami selama hampir dua jam.
Kami juga beruntung karena pada saat yang sama, kami juga berkesempatan melihat eksebisi “Een Huis vol Indonesie” yang baru saja dibuka di museum etnologi tertua di dunia tersebut. Pameran ini berisi ribuan koleksi dari Frits Liefkes seperti perhiasan, senjata, dan kerajinan tenun ketika ia mengunjungi pulau-pulau yang ada di Indonesia.

Selanjutnya, peserta dibagi ke dalam lima grup, perjalanan menyusuri kota Leiden pun dimulai! Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda Ibu Retno L.P. Marsudi dan Pak Bambang Hari pun turut berpartisipasi dalam grup ini hingga akhir acara. Perjalanan pun kami selingi dengan beragam situs bersejarah lainnya seperti rumah dan bengkel dimana Rembrandt pernah bekerja atau rumah dimana Rene Descartes, seorang filsuf kenamaan Perancis, pernah tinggal. Keindahan yang ditawarkan oleh kota Leiden seolah menjadi penghibur segala keletihan peserta.

Acara diakhiri di De Burch, titik tertinggi kota Leiden yang merupakan salah satu bangunan tertua yang ada di Leiden. Dalam acara penutup, Matheos dari Leiden berperan sebagai pemantik. Beberapa peserta dan panitia diminta untuk memberikan refleksi dan kesannya terhadap acara ini. Diharapkan acara yang dirintis di Leiden ini dapat menjadi stimulus bagi rekan-rekan kota guna mencari jejak dan kepingan puzzle Indonesia yang masih tercecer di seantero Belanda. (Ravando)

Tinggalkan Sebuah Komentar

Open Recruitment: PRESIDIUM PPI – LEIDEN

Kepada seluruh mahasiswi/a Indonesia di Leiden,
PPI Leiden membuka pendaftaran untuk mereka yang ingin merasakan berorganisasi dalam lingkup Internasional bersama Persatuan Pelajar Indonesia khususnya di Belanda dan Eropa.
Open-Recruitment ini dilakukan untuk posisi Presidium PPI Leiden yang juga adalah bagian dari struktur dasar PPI Belanda, yang memiliki kewenangan:
  • mengadakan Sidang Umum, Sidang Istimewa, dan Sidang Presidium.
  • memilih dan mengangkat Sekretaris Jenderal
  • mengajukan, menerima ataupun menolak proposal kegiatan PPI Kota dari/kepada PPI Belanda
  • mengkoordinasikan kegiatan PPI Leiden dan PPI Belanda.
  • dll.
Bagi mereka yang berminat untuk menjadi Presidium PPI Leiden silahkan balas email ini dengan surat pengajuan diri beserta biodata anda.
Calon yang diterima akan segera kami hubungi untuk kemudian mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai hak dan kewajibannya selaku Presidium PPI Leiden.
Untuk informasi kedudukan Presidium beserta AD/ART PPI dapat dilihat disini: http://ppibelanda.org/tentang/landasan
Salam hangat,
PPI Leiden.
Bila ada pertanyaan lebih lanjut bisa langsung menghubungi saya.
Benny – 06-333-788-65

Tinggalkan Sebuah Komentar

PEMUTARAN FILM DAN DISKUSI “ALKINEMOKIYE”

Dear All,
PPI Leiden akan mengadakan pemutaran film yang disertai dengan diskusi dengan judul “Alkinemokiye”. Menghadirkan Dandhy Laksono dan Aboepriadji Santoso sebagai keynote speaker. Acara ini akan diadakan pada:

Hari : Senin, 25 Februari 2013
Tempat : Lipsius Gebouw, Faculty of Humanities, Zaal 002

Bersama dengan pesan ini kami sertakan juga sinopsis singkat tentang film tersebut:

Dandhy Laksono’s ‘Alkinemokiye’ is a sample of how new media has been used to criticize a big corporation while the Indonesian mainstream media neglected this story. ‘Alkinemokiye’ is the story about the struggle of 8000 workers in the world’s largest gold and copper mine controlled by the US-based mining giant Freeport McMoRan in West Papua. Through this documentary we hear the voices of Freeport workers, as well as their fights for increased wages in what is believed to be the longest and most widely joined strike since Freeport began operations in Indonesia in 1967.

Most of the footage in the documentary came from the Freeport workers themselves, using simple gadgets to record everything inside Freeport site that could not be accessed by mainstream media journalists, because of its remote location as well as the tight security inside the site. Thus, this documentary was basically put together by the awareness of the workers to advocate their own cause as citizen journalists.

The documentary includes comprehensive history and background of Freeport operations in Indonesia, as well as insider footage. Not only the striking pictures and supporting data which successfully gathered by the director, the strength of this documentary is also relied on some in-depth interviews. We shall know not only from the workers, but also retirees who claimed to have been cheated by Freeport.

Summing up the story, from Alkinemokiye one can learn more than the striking event of Freeport workers only, but far beyond that. It is about appreciating human being, about hope but also justice. It is surviving after all.

Cheers,
PPI Leiden

Image

Tinggalkan Sebuah Komentar

Dear All.

Teman-teman Leideners yang baik, meneruskan perbincangan pengurus PPI Leiden kepada teman-teman semua.

Pertama:

Terkait dengan berita bahwa KITLV akan dipindah kota (rencananya ke Amsterdam): http://www.mareonline.nl/archive/2012/11/28/decanen-vertrek-kitlv-dramatisch-voor-leiden

Kami dari Pengurus PPI bermaksud membuat semacam petisi online yang meminta ke universitas Leiden untuk ikut bekerjasama mempertahankan KITLV supaya tetap di Leiden mengingat pentingnya KITLV untuk mendukung studi khususnya mahasiswa yang berasal Indonesia, ditambah lagi dengan meningkatnya jumlah Phd students dari Indonesia (program Leiden-Dikti) dan mahasiswa Sandwich program.

Petisi online akan segera kami buat dan kami kirimkan baik di milis maupun di fb group ppi Leiden juga akan dipublikasikan di website PPI Leiden.
Untuk itu, kami memohon persetujuan dan dukungan teman-teman Leideners dimanapun berada.

Kedua:

terkait dengan situasi PPI Jerman yang baru saja mengeluarkan pernyataan penegasan sikap terhadap kunjungan anggota DPR RI dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawasi kunjungan anggota DPR ke luar negeri, bagaimana tanggapan rekan-rekan anggota PPI Leiden? Apakah dirasa perlu kita (PPI Leiden) mengeluarkan pernyataan dukungan atas sikap PPI Jerman?

Mohon saran dan tanggapan teman-teman semuanya.

Salam dan terima kasih,

PPI Leiden

Tinggalkan Sebuah Komentar

Diskusi Sastra: Politik Kanon Sastra Indonesia

Dear All,
Akan diselenggarakan diskusi menarik dengan mengambil tema Sastra:
“Politik Kanon Sastra Indonesia”
Menghadirkan narasumber utama SAUT SITUMORANG dan HERI LATIEF sebagai moderator acara.
Adapun acara ini akan dihelat pada hari Jumat, 16 November 2012 bertempat di Gedung Wijkplaats 4, nomor 005 (depan perpustakaan Universitas Leiden). Terima kasih dan sampai bertemu hari Jumat!

Salam,
PPI Leiden

Tinggalkan Sebuah Komentar

Diskusi Hari Pahlawan, Kerjasama PPI Belanda dengan PPI Leiden

Pada hari Sabtu tanggal 10 November 2012, berlangsung diskusi menarik di gedung Lipsius ruangan 028, Universitas Leiden. Diskusi yang dihadiri lebih dari 30 peserta ini, mengambil tema, “Memperjuangkan Hak “Pahlawan Devisa”". Acara ini dihelat dalam rangka memperingati hari pahlawan yang jatuh tepat pada tanggal 10 november ini.

Dalam diskusi yang berlangsung, hadir sebagai pembicara Ibu Prof. Sulistyowati Irianto (Guru Besar Universitas Indonesia/Peneliti di Leiden University) dan bapak Ahmad Supriadi  (Ketua Indonesian Migrant Worker Union/IMWU – Netherlands). Prof. Sulis antara lain memaparkan hsil temuan beliau selama meneliti tentang tenaga kerja Indonesia di negeri-negeri timur tengah. Beliau menambahkan bahwa hanya ada kurang lebih 400 lembaga penyalur tenaga kerja legal di Indonesia, sedangkan yang lainnya ilegal.

Bapak Ahmad, selaku ketua IMWU Belanda, meberikan apresiasi kepada PPI untuk saling bekerjasama mengatasi masalah-masalah yang muncul ke depannya. Sekjen PPI Belanda pada akhir acara juga memberikan pernyataan terkait permasalah “pahlawan keluarga” ini. Selama diskusi berlangsung, peserta terlihat aktif dan sangat peduli terhadap masalah-masalah yang muncul.

Berita selengkapnya bisa diakses di website PPI Belanda di http://ppibelanda.org/berita/ppi-belanda-siap-memperjuangkan-hak-tenaga-kerja-migran

Tinggalkan Sebuah Komentar

Berita Duka Cita

Telah meninggal dengan tenang,

Ibu Lilyana Gabriela Mintardjo (istri dari Bapak Mintarjo)
Pada hari Jum’at tanggal 2 November 2012 waktu Wina, Austria. Jenazah telah dikebumikan pada tanggal 12 November 2012 di Oestgeest, Belanda. Upacara pemakaman juga telah dilangsungkan tanggal 12 ini dengan dihadiri banyak pelayat di Groene Kerk Haarlemmerstraatweg 6. 2343 LB Oegstgeest.

Atas nama pengurus PPI Leiden, kami turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya, semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kesabaran dan ketabahan, aamiin.

 

Salam,

PPI Leiden

Tinggalkan Sebuah Komentar

Kegiatan Lapor Diri kerjasama PPI Leiden dengan KBRI Den Haag

Suasana gedung Lipsius, dalam ruangan bernomor 204, tiba-tiba ramai dengan suara-suara berbahasa Indonesia. Padahal, waktu telah menunjukkan hampir pukul 18 waktu Leiden. Suasana yang tidak biasa ini, ternyata adalah adanya kegiatan PPI Leiden yang bekerja sama dengan pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Den Haag untuk melaksanakan salah satu kewajiban warga negara Indonesia yang berada di luar negeri untuk mendaftarkan dirinya.

Acara ini dihadiri lebih dari 20 mahasiswa/i yang sedang menempuh pendidikan di Leiden dan sekitarnya. Hadir dalam acara ini, Bapak Imam, selaku konselor di KBRI, bersama rekan-rekannya yang lain. Bapak Imam memberikan pengarahan dan melakukan sesi tanya jawab tentang hal-hal yang berkaitan dengan keimigrasian dan kependudukan. Selain itu, peserta yang hadir juga dengan antusian berdiskusi dengan pihak KBRI. PPI Leiden juga ikut serta memberikan pertanyaan kepada KBRI dan juga jawaban kepada peserta. KBRI juga meminta untuk terus mengkomunikasikan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh PPI. Kegiatan-kegiatan lainnyaImage juga akan terus dikomunikasikan melalui millis PPI Leiden, website, dan juga Group PPI Leiden di facebook. Peserta yang hadir dalam acara ini juga mendapatkan makan malam dan kue-kue khas Indonesia yang disediakan oleh pihak KBRI.

Atas nama pengurus PPI Leiden, kami mengucapkan terimakasih pada pihak-pihak yang membantu lancar dan suksesnya acara ini, terutama untuk pihak KBRI, Pak Suryadi (dari Universitas, yang bersedia meluangkan kesibukannya untuk membantu mendapatkan ruangan), dan tentu saja untuk seluruh Leideners yang hadir dalam acara tersebut. Segala kekurangan yang ada dalam acara ini, kami mengucapkan maaf dan akan dijadikan evaluasi untuk acara-acara selanjutnya.

Sampai berjumpa di acara-acara selanjutnya,

 

Cheers,

Pengurus PPI Leiden

Tinggalkan Sebuah Komentar

Penyambutan Mahasiswa/i Program Sandwich

Salam,

Pada tanggal 6 Oktober 2012, PPI Leiden  menyelenggarakan acara penyambutan Mahasiswa/i Program Sandwich. Acara ini dihadiri oleh sekitar 23 orang mahasiswa/i program sandwich serta pengurus PPI Leiden dan tentu saja tuan rumah Bapak Min. Acara yang dikemas santai ini, juga diselingi oleh beberapa diskusi serius. Diskusi-diskusi mengenai masalah-masalah kebangsaan, dan juga sejarah kebangsaan menjadi semakin menarik ketika beberapa mahasiswa/i yang hadir juga terlibat. Acara ini juga sekaligus ramah-tamah antara pengurus PPI Leiden yang baru dan dengan segenap Leideners yang hadir. Benny, selaku Ketua PPI didampingi oleh Jajang, selaku deputi bidang HUMAS, menyampaikan beberapa program yang mudah-mudahan dapat terealisasi di periode pengurusan ini. Ravando, deputi bidang Acara, juga memaparkan beberapa acara yang nantinya mudah-mudahan terealisasi juga, Bertindak sebagai MC, Ingrid, bendahara PPI, cukup luwes dalam membawakan acara. Pak Min dan beberapa mahasiswa/i program sandwich juga memberikan beberapa nasihat-nasihat dan kisah-kisah yang bisa dijadikan bahan evaluasi bagi kepengurusan PPI. Semoga ini menjadi langkah awal dalam menjalin silaturahmi antara leideners! Kami ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya untuk lancarnya acara ini dan semua pihak yang terlibat dan memabntu mensukseskan kegiatan ini,

Cheers,

-jjg-

Tinggalkan Sebuah Komentar

Pengurus PPI Leiden 2012-2013

Ketua:
Benny Hutabarat
Bendahara:
Maria Ingrid
Humas:
Jajang Nurjaman
Acara:
Ravando Ricardo

Tinggalkan Sebuah Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.